Hei Kau Penipu Ulung !

Kau yang sedang meragkak mencoba bangun dan bangkit dari sakit hati lama mu
bangun lah sebangun - bangun nya .
Jangan terlihat lemah, merangkak seakan - akan dia akan datang memberikan uluran tangannya
membantu mu untuk bangun.

Tidak ada sayang tidak !

Tidak ada sejarah nya Tuan Crab memberikan uang untuk menolong melainkan untuk semakin menjadikan kacung setianya . Anggap saja lah dia seperti Tuan Crab yang kikir akan kepunyaanya yaitu Cinta ! Kamu bukan lah Spongebob yang sudah di tindas tapi masih ikhlas mengabdi di restoran yang sangat usang itu . Kamu hanya akan jadi Budak dari Lingkaran Cinta yang membuat mu bingung Pergi atau Mengikhlaskan !

Tak usah kamu memperlihatkan Kebodohan yang sudah kau buat selama ini .
Kebodohan yang sudah berlangsung selama bertahun - tahun .
Dan dalam bertahun tahun itu Jokowi (Presiden 2014-2019) sudah berhasil membangun dan membuat kebijakan - kebijakan baru .
Seperti halnya Bahan Bakar Minyak yang bisa Naik turun karena mengikuti sabda nya .

Sedangkan kau ? Apa yang kau buat ?
Kebodohan yang kau potek- potek menjadi beberapa bagian ?

Bagian pertama : Kau masih saja setia menanak tangis karenanya. Sementara ia ? Jangan kan peduli, melihat bayangan mu pun tak sudi

Bagian kedua : Kau begitu kukuh mempertahankan cinta yang lapuk tak tertolong. Sedangkan ia ? sudah lama berpaling dan berlalu meninggalkan.

Bagian ketiga : Engkau yang membiarkan dirimu mati bersama kenangan dan di kafani oleh luka - luka pengabaian. 

Bagian keempat : Kau terlalu bangga dan semangat mempertahankan kekecewaan hingga hati mu mati pun kau tak memperdulikannya, bahkan ada yang datang menawarkan cinta baru nan bahagia kau abaikan 

Bagian kelima : Engkau terlalu membiarkan dirimu mendapat perlukaan padahal kau pantas mendapat permuliaan. 

Bagian keenam  : Engkau begitu kuat mempertahankan jiwa mu yang tersakiti demi sebuah keyakinan yang kau anggap sebagai kesetiaan . 

Bagian ketujuh : Engkau terlalu seperti batu diam tak bisa apa apa demi sebuah hal yang kau anggap kesabaran 

Bagian kedelapan : Engkau tetap setia menyimpan sedih dalam hati, membiarkan jiwa mengikih menangisi ia yang tak peduli. 

Bagian kesembilan : Engkau berpura pura dungu tak terjadi apa apa pada khalayak ramai sedangkan hati mu merintih berdarah - darah inginkan bahagia. 

Bagian kesepuluh : Engkau tetap setia berbesar sabar. berpura - pura acuh atas perlakuan buruknya yang kerap membuat mu gusar. 

Bagian terakhir, engkau masih mencoba meyakinkan dirimu sendiri, bahwa segala sakit, luka, dan perih yang kau rasa Adalah CINTA !

Kau bukanlah aktor dalam hidup mu Melainkan Penipu Ulung ! 
Penipu yang tega menyengsarakan hatinya demi manusia sepertinya .. 

SRT! 
Jakarta, 11 Februari 2017 | 11.17

Komentar

Postingan Populer