Senja di Ujung Sore

Sore ini dimana semua hal yang ada dalam pikiran mulai meyatu dan sepertinya sebentar lagi akan meledak. Ntahlah apa yang di pikirkan apa aku yang terlalu berlebihan menanggapi semua nya sehingga terasa berat menjalani semuanya . 

Saat ini hanya bisa menengadahkan kepala, menatap langit dengan dalam berusaha menghibur diri dengan menebak awan di sore ini bentuknya seperti apa. Dan aku berhasil melihat awan yang menurutku mirip seperti kucing tapi tidak menurut mbak ria, katanya awan itu mirip seperti beruang. Tapi kan beruang tidak memiliki buntut mbak ria hahaha .. berkelakar ku dengan mbak ria di sore ini .. 

Yaaa memang begitulah, pandangan seseorang selalu berbeda dengan suatu hal. Dalam permasalahan salah satu nya, mungkin masalah yang ku lalui saat ini adalah masalah yang kecil atau yang tidak terlalu penting untuk orang lain, karena orang itu tidak berada dalam posisi yang sedang ku pijaki. Hhaaaaahhhhh indah yaa kalau kita masih di hadapi dengan suatu masalah setidaknya kita tahu bahwa tuhan mencintai hambanya dengan cara yang berbeda bahkan di luar akal manusia. Kita bisa mengikuti cara tuhan mencintai hambanya, mencintai bukan berarti harus memberikan apa yang selalu di pinta tetapi memberikan jalan atau cara agar kalian dapat menggapai apa yang kita ingini bukan selalu di berikan tanpa kita usaha sebelumnya itu lebih dewasa sepertinya menurut ku. 

Ku pejamkan mata berusaha memberikan kesempatan untuk indera dalam tubuh bekerja lebih peka, baiklah yang kurasakan lebih peka hanya kulit ku yang kegelian karena angin yang lewat menyentuh kulit ku, senyum kecil mulai tersungging di bibir ku. 

Baiklah indera penciuman ku mulai bekerja di saat mata ku masih terpejam merasakan nyamannya angin yang menggerayangi kulit ku, tapi kok bau nya tidak sedap. Huuffttt mulai mengganggu baunya . 

“Ayuuu kentutt yaaaa” Mbak ria mulai teriak jengkel

“ Hehehe iyaa aku abis makan pizza pakai bon cabe tadi mbak maaf yaaakk” sambil berlari 

Seperti tom yang jengkel dengan perbuatan jerry, itu lah yang di lakukan mbak ria kepada anak berambut keriting yang sedang menempuh pendidikan Sekolah Dasar kelas 5. 

Semakin sore, senja mulai menampakan eksistensinya. Sungguh lah makin cintanya aku terhadap senja indahnya dapat menghilangkan beban yang sedang kuhadapi yaa walaupun hanya sebentar. 

Senja tidak pernah kesal terhadap malam padahal malam selalu datang dengan cepat menurunkan senja dari langit. Baiklah aku mulai belajar suatu hal dari senja, tolong ajari aku untuk menjadi bermakna. Sebagaimana dirimu selalu bermakna di singkatnya waktumu. Menenangkan, menentramkan. Membuat banyak orang merindukanmu, berharap segera bertemudenganmu.

Senja, tolong beritahu aku bagaimana caranya melepaskan. Sebagaimana dirimu ringan sekali melepaskan hari pada malam, tanpa beban, tanpa keluh. Padahal baru saja engkau mendapatkannya dari sore. Padahal engkau sudah menantinya sepanjang malam, pagi, siang dan sore. 

Senja, tolong ceritakan kepadaku apa rahasianya, sehingga engkau bisa melewati semuanya dengan indah; dengan kemilau emasmu, dengan semburat jinggamu, dengan kilauan hangatmu, dengan serba-serbi romansa yang mengelilingimu. 

Senja, tolong jelaskan kepadaku apa alasannya, sehingga engkau bisa menjalani semuanya dengan tenang; di tengah hiruk pikuk jutaan manusia, di antara kesibukan yang tak pernah habis, menghadapi kepentingan-kepentingan banyak pihak yang tak terhingga, mendengar harapan-harapan yang membuncah, menghadapi keterbatasan-keterbatasan yang membuat rumit. 

Senja, bagaimana engakau bisa sebegitu kuat; menjalani semuanya, menghadapi segalanya, melewati seluruhnya? Di setiap hari, di setiap episode kehidupanmu, tanpa lelah, tanpa menyerah. 

Tiba-tiba, angin malam berbisik, menyampaikan pesan dari senja yang hari ini sudah sampai pada ujungnya; 

Sederhana saja, aku bisa seperti itu karena aku memang diciptakan untuk begitu. Untuk apa engkau diciptkan? Seperti itulah engkau harus menjalaninya. Mungkin dengan begitu, hidupmu akan jauh lebih indah dan bermakna. 

Baiklah sore ini aku terhibur dengan melihat senja yang berarakan dan sangat memukau dalam benak ku yang sedang kacau dengan masalah yang sebenarnya tidak harus kupikirkan dalam dalam. Terimakasih senja beberapa menit menatap mu aku dapat mengatur pikiran agar tidak terlalu memikirkan masalah ini. 

Belajar berbagai macam hal itu sebenarnya mudah ya, kita dapat belajar memaknai hal dari berbagai lini kehidupan kita. Asalkan kita lebih peka dengan hal yang ada di sekitar kita. 

Sebelum berpisah dengan senja di sore ini, tak lupa aku membisikan kepada angin kali saja angin berbaik hati menyampaikan kepada senja. 

Bahwa “hai senja terimakasih untuk sore ini, terimakasih sudah memberikan berbagai makna dari mu. Senja ada seseorang yang sekarang ini sedang memenuhi pikiran ku dan saat ini dia sedang berkutat dengan kesibukannya di ujung sana. Aku tidak bisa melihatnya, dan aku yakin pasti kau bisa melihatnya dari atas langit sana. Sedang apa dia ? aku takut ingin menanyakannya bukan apa apa takut mengganggu aktivitas pekerjaannya :’). Hahahha. Tolong jaga dia yaaa, saat dia sedang jauh dari pandangan ku. Semoga tak ada kemalangan dalam aktivitasnya, jaga hatinya juga kalau bisa agar kejujuran selalu jadi dasar dalam hubungan kami .” 

Coretan asal 
SRT!
Meja usang, 11 Oktober 2017 | 16.45




Komentar

Postingan Populer